welcome to my blog agushafidz.blogspot.com

Rabu, 11 Januari 2012

Presentasi Elegan Tidak Perlu Pintar

Presentasi Elegan Tidak Perlu Pintar


Presentasi Elegan. Idaman bagi semua orang bila mampu melakukan presentasi dengan sukses baik itu untuk keperluan pekerjaan, studi, atau lainnya. Banyak teori yang harus kita kuasai dan pahami dengan baik agar bisa mempraktekkan hal tersebut dengan baik. Terkadang beberapa orang apalagi yang jarang tampil di hadapan umum akan menjadi kendala yang sangat sulit untuk mendapatkan predikat presentasi yang baik. Rasa gugup yang berlebihan cenderung akan menyelimuti perasaan sesaat sebelum presentasi. Saking gugupnya, semua yang akan disampaikan menjadi tidak teratur sehingga pesan yang akan disampaikan tidak tersampaikan kepada sasaran.
Menurut pengalaman, presentasi dengan kesiapan materi tanpa kesiapan mental tidak akan berhasil dan sukses 100%. Saya pernah mendengar beberapa pendapat para orang tua dulu bahwa orang yang pintar pasti akan selalu sukses dalam presentasi. Sejujurnya saya tidak setuju dengan pendapat tersebut karena untuk bisa sukses saat presentasi tidak harus pintar tetapi kita dituntut untuk cerdas. Jika kita cerdas, maka presentasi bisa kita kendalikan dengan baik. Cerdas dalam artian bahwa kita dituntut untuk bisa mengontrol diri kita sebaik-baik mungkin dan menguasai media dan prasarana saat presentasi. Tidak hanya itu, masih banyak indikator yang perlu kita pelajari dan kuasai. Jujur sampai saat ini saya juga belum mampu menjadi seorang presenter yang sukses 100%. Namun, melalui tulisan ini, saya akan berbagi tips yang pernah saya dapatkan untuk meningkatkan kualitas presentasi kita. Berikut ini adalah hal-hal yang patut kita cermati agar tampak elegan saat presentasi.
Presentasi cantik
Ilustrasi Presentasi
Pertama, Tujuan. Langkah awal adalah menentukan tujuan kita presentasi. Tujuan presentasi sangat beraneka ragam. Contoh, untuk keperluan promosi, seminat, pekerjaan, perkuliahan, tugas, himbauan, dan lain-lain. Dengan menentukan tujuan terlebih dahulu, kita cenderung akan lebih terarah kemana jalan yang harus kita tempuh selanjutnya untuk mendapat hasil yang baik.
Kedua, Topik/Materi. Pahami topik atau materi yang akan kita sampaikan. Pendalaman materi sangat dibutuhkan agar kita bisa menarik perhatian para audien saat melakukan presentasi. Terkadang audiens akan merasa jenuh atau meremehkan presentator yang kurang memahami materi.
Ketiga, Media. kecanggihan teknologi akan memanjakan kita saat melakukan presentasi. Simple dan efektif. Perhatikan media yang bisa kita gunakan demi menunjuang kualitas presentasi kita. Biasanya sebagian besar orang menggunakan aplikasi power point untuk melakukan presentasi. Banyak hal juga yang perlu dicermati saat presentasi menggunakan bantuan powerpoint. Pemilihan font, animasi, dan warna template akan sangat mempengaruhi informasi yang kita sampaikan. Sebisa mungkin menggunakan desain yang soft berhubungan dengan topik dan point yang seperlunya saja ditampilkan.
Keempat, Situasi dan Kondisi. Perhatikan situasi dan kondisi saat presentasi. Ini berkaitan dengan poin ketiga. Mungkin bila kita akan presentasi di hadapan anak TK, menggunakan power point akan terasa membosankan bagi mereka. Alat bantuan yang pas mungkin bisa berupa alat peraga, video, atau yang lainnya. Jadi, media yang akan digunakan didasarkan pada situasi dan kondisi pada saat presentasi.
Kelima, Sasaran. Jangan lupa untuk memperhatikan kepada siapa kita akan melakukan presentasi. Hal ini juga berkaitan dengan poin ketiga dan keempat. Bila sasaran sudah kita ketahui, kemungkinan untuk pemilihan cara interaksi akan bisa kita tentukan.
Keenam, Jasmani dan rohani. Kesehatan jasmani perlu kita jaga agar saat presentasi bisa fit dan tidak terganggu oleh keadaan yang sedikit sakit. Flu sedikit saja terkadang sangat mengganggu proses presentasi. Mental adalah indikator yang sangat penting perlu kita siapkan dengan matang. Tingkatkan kepercayaan diri dengan mantap agar saat tampil tidak grogi atau gugup. Saat akan tampil sebisa mungkin selalu dalam keadaan yang sopan dan rapi sehingga akan menimbulkan Hello Effect kepada audiens. Jangan lupa berdoa, ya…:)

Ketujuh, Latihan. Latihan berbicara bisa kita lakukan untuk membiasakan diri kita dalam merangkai kata saat berbicara. Latihan bisa dilakukan di depan cermin atau dengan teman terdekat. Mungkin teman terdekat kita bisa memberi kita masukan atau saran setelah kita latihan. Latihan yang dilakukan tidak sekadar menyampaikan materi begitu saja. Cara interaksi juga harus dipelajari, intonasi, suara, eye contact, dan lain-lain.
Saya rasa itulah ketujuh tips atau poin yang perlu kita pelajari untuk tampil elegan saat presentasi. Sekali lagi, Presentasi elegan tidak perlu pintar. Jika kita cerdas mengeksplorasi kemampuan yang kita miliki dan latihan dengan baik, maka niscaya predikat presentasi yang baik akan kita dapatkan. Tunggu apa lagi? Ayo, buktikan kita bisa presentasi dengan baik. :)
Mungkin bila Anda mempunyai beberapa tips lagi selain ketujuh tips tersebut, jangan lupa share, ya…^^ Mari tampilkan presentasi yang elegan.
Tanpa bermaksud menggurui, semoga bermanfaat.

Mini Website Inventory LAB Informatika

Mini Website Inventory LAB Informatika



Mini Website Inventory LAB Informatika adalah web sederhana yang saya buat dulu untuk memberi solusi dalam mengiventaris barang-barang yang ada di lab komputer informatika.
Web ini saya buat bersama rekan saya untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh pengajar saya dulu. Web ini masih tergolong sederhana dan belum kompleks seperti web-web yang sudah beredar di dunia maya saat ini. Web ini dibuat berdasarkan studi kasus yang ada pada saat itu, yaitu inventaris lab informatika. Dengan usaha dan kerja sama yang keras, akhirnya web ini bisa terselesaikan dan mendapat nilai yang memuaskan. :)
Bagaimana rancang bangun sistem web inventory ini?
Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Dreamweaver 8 sebagai script editornya , Adobe Photoshop CS sebagai pengolah desainnya, dan DBMS Mysql sebagai pengolah databasenya.
Apa saja yang bisa ditangani oleh sistem ini?
Web sederhana ini bisa menangani atau menghandle login multi user, manipulasi data lokasi, manipulasi jenis barang, manipulasi barang satuan, manipulasi unit, update recovery barang, dan print out laporan berdasarkan jenis barang.
Website Inventory
Screenshot Website Inventory
Informasi selengkapnya bisa dilihat di Mini Website Inventory LAB Informatika. Semoga bermanfaat.

Editing Video dan Film Menggunakan Pitivi di Linux

Editing Video dan Film Menggunakan Pitivi di Linux

Author: · Published: January 10, 2012 · Category: Animasi dan Multimedia, Linux Aplikasi, Linux Dasar dan Opensource, Sistem Operasi

Berbagi lagi dari tulisan di blog saya mengenai pemanfaatan salah satu aplikasi open source di linux untuk editing video dan film, bernama Pitivi. Mengapa saya sebutkan salah satu? Karena ada banyak aplikasi open source serupa, misalkan Open Movie Editor. Itulah indahnya dunia linux dan open source :)
Untuk proses editing suatu video maupun film, di Linux tersedia banyak perangkat lunak open source. Anda bisa menggunakan open movie editor, pitivi, dan lainnya. Pada tulisan ini akan dibahas pitivi pada distro Ubuntu. Jika ingin mencoba, silahkan sesuikan dengan distribusi yang anda gunakan sekiranya ada sedikit perbedaan.
Pertama, jika Pitivi belum terinstall, installah melalui software center dengan mengetikkan pitivi atau ke kategori multimedia. Untuk proses instalasi bisa menggunakan koneksi internet atau secara offline menggunakan ke;pingan DVD repository (jika memerlukan bisa mengontak saya untuk pemesanan). Kemudian, setelah terinstall, cek di aplikasi –> suara dan video –> pitivi.
Lokasi Pitivi

Pitivi

Kini ambillah sebuah file video/film dan sebuah file audio. Kemudian drag di bagian bawah.
File video dan audio

Meletakkan di bawah

Secara default Pitivi akan memisahkan antara file video dan audio beserta dengan frame video dan volume audio. Anda bisa menurunkan volume hingga ke bawah (tidak terdengar) untuk kemudian ditumpuk (ganti) dengan audio lainnya, misal dalam hal ini file audio yang kita inputkan tersebut.
Mengkonfigurasi audio dan video
Ada kalanya durasi antara file video dan file audio yang kita inputkan tidak sama panjang. Dalam kasus ini file video jauh lebih pendek dibandingkan file audio. Anda bisa memendekkan dengan cara menarik file audio ke arah kiri hingga sejajar dengan file video (frame terakhir). Konsekuensinya, audio seperti terputus saat dijalankan nanti. Untuk kasus ini, penulis menambahkan lagi video video, sehingga menjadi semacam video kompilasi.
Durasi tidak sama panjang
Menambahkan file video

Menyamakan durasi dengan menggeser ke kiri

Jika sudah, saatnya mengklik menu untuk render. Pitivi akan menanyakan lokasi meletakkan file hasil rendering tersebut. Tentukanlah, misalkan dalam hal ini di home. Kemudian inputkan nama file hasil, termasuk juga keluarannya dengan mengklik menu modifikasi. Setelah selesai, klik OK dan menu render, dan biarkan proses berjalan sampai selesai (berdasarkan waktu yang ditampilkan).
Lokasi penyimpanan

memilih hasil keluaran

Proses rendering berlangsung
Selesai :)
Untuk informasi lebih lanjut silahkan merujuk ke sini, ke sini, dan ke sini :)

Related Articles

  1. WinFF, GUI Converter Video Audio di Linux
  2. Multimedia Player di Linux
  3. Step by step installisasi komponen video grabber pada Delphi 7
  4. Aplikasi J2ME Untuk Video Player Online
  5. Perekam video dengan Delphi menggunakan komponen video grabber
  6. Kamera Digital di Linux
  7. Backup dan Sinkronisasi Dokumen Otomatis dengan IFolder
  8. Membuat Efek Ketupat di GIMP
  9. Mengecilkan File Presentasi di Open Office/Oracle Presentation
  10. Linux dan Bisnis Model Open Source
  11. Tips Menyimpan File Otomatis di Password
  12. Perkembangan Software Komputer
  13. Open Source dan Bisnis Modelnya
  14. Open Source Software (OSS) untuk Berbagai Kebutuhan
  15. Capture picture /photo Delphi memanfaatkan komponen video grabber.
  16. Mencicipi Cloud SAAS di Localhost Berbasis Linux dan FOSS
  17. Pengantar CMOS
  18. Pembuatan Pustaka Bahasa C
  19. Membuat Shell Context Menu untuk Register/UnRegister ActiveX Object
  20. Membangun Server dengan OpenSource